Retardasi Mental- Menurut American Association of Mental Retardation atau (AAMR) Retardasi mental adalah disabilitas atau ketidakmampuan yang ditandai dengan fungsi intelektual dibawah rata-rata dan rendahnya kemampuan untuk menyesuaikan diri/perilaku adaptive. Biasanya muncul sebelum usia 18 tahun, kurang lebih 2-3% dari populasi dunia mengalami retardasi mental.
Gejala retardasi mental mulai diketahui oleh orang tuanya ketika anaknya mengalami keterlambatan tumbuh kembang yang tidak terjadi pada teman sebayanya. contoh kecil ketika teman-teman sebayanya sudah mulai dapat berbicara tetapi pada penderita redartasi belum dapat berbicara.
Penyebab Retardasi Mental

Penyebab gangguan retardasi mental dapat bermacam-macam namun sekitar 30-50% tidak ditemukan faktor-faktor yang menyebabkan seseorang mengalami retardasi mental, akan tetapi faktor genetik dan lingkungan dapat menyebabkan gangguan tersebut.
Berikut ini adalah penyebab umum yang sering terjadi pada retardasi mental;
- Kelainan anatomis pada otak.
- Kanker ganas pada otak.
- Kerusakan otak yang berat karena kecelakaan atau cidera.
- Ibu demam lama selama mengandung.
- Sindroma down (terjadi kelainan genetik berupa trisomi pada kromosom :21.
- Sindroma diGeorge (terjadi kelainan genetik berupa delesi pada kromosom;22.
- Kekurangan yodium selama didalam kandungan dan diawal kehidupan sehingga kekurangan hormon tiroid.
- Penggunaan anti kejang dan alkohol selama kehamilan.
- Infeksi selama didalam kandungan yaitu toksoplasma, sitomegalovirus(CMV),rubella, herpes simpleks dan sifilis.
Unuk mencari penyebab retardasi mental harus diperlukan:
- Riwayat penderita selama didalam kandungan serta riwayat persalinan.
- Riwayat keluarga.
- Pemeriksaan kesehatan fisik.
- Riwayat tumbuh kembang penderita.
- Pemeriksaan penunjang dapat berupa laboratorium, CT-Scan,MRI,Analisis genetik.
- tes kemampuan dan intelektual
- Riwayat penggunaan alkohol,rokok,serta obat-onbatan yang dikonsumsi saat mengandung penderita.
Macam Macam Gangguan Retardasi Mental
Berdasarkan Klasifikasi menurut DSM-IV gangguan retardasi mental terbagi menjadi;
penderita mengalami keterlambatan dalam menyesuaikan diri namun pada penderita ini masih bisa mengurus diri , serta dapat berkomuniakasi dan melakukan fungsi sosial dengan baik, secara umum dapat berfungsi normal namun hanya keterlambatan dalam menyasuaikan diri serta penderita dapat dilatih untuk menanganinya.
Nilai dari fungsi intelektual pada penderita ini adalah 35-49, kemampuan menyesuaikan diri rendah terutama dalam berbahasa, namu penderita dapat mengurus diri dan melakukan aktifitas yang mudah dapat mempelajari dasar-dasar kesehatan dan keselamatan diri.
Nilai fungsi intelektual 20-34, kemampuan komunikasi hampir tidak ada dan kemampuan menyesuaikan diri sangatlah rendah,membutuhkan pengawasan terhadap dirinya dapat dilatih mengurus diri yang mudah dilakukan.
- Retadasi mental sangat berat
Nilai dari fungsi kurang dari 20 sering ditemukan cacat bawaan , selalu membutuhkan perawatan untuk mengurus dirinya serta pengawasan yang ketat, dapat ditemukanya gejala lain pada penderita ini seperti kejang setelah trauma atau cidera berat pada kepala.
Menagani Retardasi Mental
Cara menangani retardasi mental dengan membiasakan melatih penderita dengan ketidakmampuanya, misalnya penderita mengalami gangguan berbahasa hal yang tepat untuk menanganinya adalah menuturkan bahasa yang benar ketika penderita mengucapkan bahasa yang salah, selain itu dapat dilakukan pengulangan bahasa yang benar agar penderita terbiasa mangucapkan bahasa yang benar.
Akan sangat penting bagi orang tuanya untuk melakukan pelatihan terhadap apa yang ingin dipelajari oleh penderita, perhatian dan bantuan sangat diperlukan bagi penderita.
Dukungan orang tua ketika menginjak usia remaja dalam bersosialisasi masyarakat juga diperlukan untuk mendorong berkembangnya pertumbuhan bagi penderita.